Pengertian OSI (Open System Interconnection)

Saya sudah menjelaskan mengenai Pentingnya Model OSI (Open System Interconnection)  di postingan saya yang lain, yang dimana sudah saya jelaskan mengenai pentingnya model dari OSI (Open System Interconnection) anda bisa klik di bawah ini dan Anda akan diarahkan langsung menuju ke postingan saya yang membahas mengenai OSI (Open System Interconnection).



Pengertian OSI (Open System Interconnection)

OSI adalah referensi komunikasi dari Open System Interconnection. OSI model digunakan sebagai titik referensi untuk membahas spesifikasi protokol.

OSI model terdiri dari 7 layer. Dimana bagian atas dari layernya (layer 7,6,dan 5) difokuskan untuk bentuk pelayanan dari suatu aplikasi. Sedangkan untuk layer bagian bawahnya (layer 4, 3, 2 dan 1) berorientasikan tentang aliran data dari ujung satu ke ujung yang lainnya. Dibawah ini adalah urutan Layer dari Layer 7 sampai Layer 1 :


http://yuliantisafitri.files.wordpress.com/2009/10/osigroupedlayers.jpeg?w=460

Setiap Layer memiliki fungsi yang berbeda-beda. Berikut ini akan saya jelaskan fungsi dari tiap layer beserta contohnya masing-masing.

1. Aplikasi (layer 7)
Fungsi : Aplikasi yang saling berkomunikasi antar komputer. Aplikasi layer mengacu pada pelayanan komunikasi pada suatu aplikasi.
Contoh : Telnet, HTTP, FTP, WWW Browser, NFS, SMTP, SNMP

2. Presentasi (Layer 6)
Fungsi : Pada layer ini bertujuan untuk mendefinisikan format data, seperti ASCII text, binary dan JPEG. 
Contoh : JPEG, ASCII, TIFF, GIF, MPEG, MIDI

3. Sesi (Layer 5)
Fungsi : Sesi layer mendefinisikan bagaimana memulai, mengontrol dan mengakhiri suatu percakapan (biasa disebut session)
Contoh : RPC, SQL, NFS, SCP

4. Transport (Layer 4)
Fungsi : Pada layer 4 ini bisa dipilih apakah menggunakan protokol yang mendukung error- recovery atau tidak. Melakukan multiplexing terhadap data yang datang, mengurutkan data yang datang apabila datangnya tidak berurutan.
Contoh : TCP, UDP, SPX

5. Network (Layer 3)
Fungsi : Layer ini mendefinisikan pengiriman data dari ujung ke ujung. Untuk melakukan pengiriman pada layer ini juga melakukan pengalamatan. Mendifinisikan pengiriman jalur (routing).
Contoh : IP, IPX, Appletalk DDP

6. Data Link (layer 2)
Fungsi : Layer ini mengatur pengiriman data dari interface yang berbeda. Semisal pengiriman data dari ethernet 802.3 menuju ke High-level Data Link Control (HDLC), pengiriman data WAN.
Contoh : IEEE 802.2/802.3, HDLC, Frame relay, PPP, FDDI, ATM

7. Physical (Layer 1)
Fungsi : Layer ini mengatur tentang bentuk interface yang berbeda-beda dari sebuah media transmisi. Spesifikasi yang berbeda misal konektor, pin, penggunaan pin, arus listrik yang lewat, encoding, sumber cahaya dll.
Contoh : EIA/TIA-232, V35, EIA/TIA- 449, V.24, RJ45, Ethernet, NRZI, NRZ, B8ZS

Komentar

Postingan Populer